Showing posts with label encouraging. Show all posts
Showing posts with label encouraging. Show all posts

Sunday, January 06, 2008

idea

whole life he run behind the physical things and at end realize that real joy is in love with God

Friday, January 04, 2008

SULAP, KEAJAIBAN, atau PIKUN?


Pernah nonton acara ‘adu’ bakat di televisi?
Kalo sempat mengamati pasti ketahuan bahwa disetiap episode yang ditayangkan selalu ada pertunjukan sulap. Dan tak jarang pertunjukan tersebut yang menang, artinya para juri menjadikannya favorit karena memang kemenangan hanya didasarkan pada subjektivitas para juri: mereka suka atau tidak suka.

Terus terang hal itu sempat mampir sebentar dibenak saya, mengapa ‘orang Indonesia’ suka pada keajaiban? Ataukah memang semua orang suka pada keajiban?

Ngomong-ngomong tentang keajaiban, saya pernah mengalaminya. Tapi yang ini bukan keajaiban tukang sulap atau ilusionis. Ceritanya, ketika menikah mei kemarin seorang bibi saya menghadiahkan sebuah cincin. Tapi karena tidak pas di jari saya menyimpannya saja.

Pada bulan ke tiga aku pindah rumah, ketika berbenah saya menemukan sebuah cincin. Keburukan saya yang paling mengesalkan adalah “sedikit underpressure” maka semakin lupalah saya. Saya jadi bertanya pada diri sendiri ‘ini cincin apa ya?’

Yang teringat adalah: dulu ketika saya masih kecil ada jajanan bipang yang menghadiahkan cincin imitasi di dalamnya. Jadi cincin kuning itu pastilah hanya imitasi seperti waktu itu. Jadilah cincin itu menempati tempat sampah!

Ketika pulang kampung, bibiku bertanya, “cincin yang bibi belikan dulu masih kegedean, ya?”

Langsung benakku bergolak, ‘cincin? Jangan-jangan cincin yang aku buang kemarin!’. Sampai di rumah benarlah cincin itu tak ada di kotaknya. Saya tak berani cerita pada ibu, pikir saya pasti ibu berkomentar, ‘dasar pelupa, kok bisa?’
Bagaimana tidak? Saya adalah orang yang selalu berpikir, ‘jangan buang ah bungkus ini siapa tahu suatu ketika nanti aku membutuhkannya.’ Jadi alangkah konyolnya kalo saya tak membuang kotak kertas permen tapi membuang cincin emas.

Satu-satunya jalan untuk menemukannya adalah berdo’a dan meminta keajaiban Allah. Dan alangkah Maha Besar-nya Allah, sebulan kemudian ketika pulang dan memeriksa kotak cincin saya telah berisi cincin itu kembali. Cincin yang sebelumnya tak saya temukan di sana karena saya telah membuangnya.

Keajaiban Allah selalu ada!
(ayya, 23 oktober 2007)

Saturday, December 22, 2007

IBU DAN CINTAKU

IBU dan CINTAKU


Sepatah Kata

Sejak lama aku ingin membingkiskan sesuatu bagi ibu, sosok yang membantu aku dan kita semua mengenal hidup dan dunia. Sudah lama juga saya (juga anda?) tahu begitu banyak karya-karya yang membuktikan kecintaan kita kepada ibu. Awalnya saya kumpulkan beberapa karya ini untuk saya cetak dalam bentuk sebuah catatan kecil yang bisa saya sampaikan kepada ibu sebagai bentuk kecintaan dan permohonan maaf saya.

Karena saya merasa kesulitan menghubungi berbagai pihak yang bersangkutan dengan karya-karya tersebut (saya pernah mencoba menghubungi salah satu senimannya dan tidak ada tanggapan) maka saya memutuskan untuk menyimpan saja dalam blog pribadi saya. Semoga yang sedikit ini mampu menggugah kecintaan kita pada ibu.

Saya menyampaikan terimakasih kepada pencipta kehidupan saya Allah S. W. T. yang membuat saya terlahirkan dari gua garba ibu. Terimakasih juga kepada para seniman yang telah menulis karya yang demikian indah tentang ibu.

Saya pernah menyaksikan seekor ibu kucing yang kecintaannya pada anak-anaknya membuat saya terperangah. Waktu itu saya sedang duduk di depan rumah pondokan. Di depan saya seekor induk kucing dan anaknya tengah menyantap makanan. Ketika makanan yang dihadapi si anak habis, kakinya meraih makanan yang tersisa di kaki ibunya. Tapi si ibu menggeser mundur makanan itu. Pelit?

Ternyata tidak! Seekor kucing kecil lain datang dan sang induk memberikan makanan itu untuknya. Saya takjub! Terus terang pikiran itu belum pernah mampir di otak kecil saya.

Hanya ada lima karya yang saya pajang di sini, ada sebuah buku berupa kumpulan cerpen yang bercerita tentang ibu.sayangnya saya belum mendapatkan referensinya.

Desember 2002


Bagi segala ibu
di segala Dunia
with Luv


IBU

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, Ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai ku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas, Ibu


Note:
Sair ini ditulis dan dinyanyikan oleh Iwan Fals, bisa ditemukan dalam album “Guru Oh Guru: Guru Oemar Bakri.”


OH, MOTHER

Have I told you, you are my river
That never stop for a rest
Have I thanked you, for letting me
Come out of you, and giving me all of your best

Have I thanked you, for having our family
Without them, I wouldn’t be here

Have I told you, no matter how far I may go
All of you always are near

Oh, Mather
You given everything to me

Oh, Mather
You never ask for anything

Oh, Mather
I’m sorry for all those times
I’ve hurt you so, when all along it was really me

Have I told you
I love you forever

Have I told you
I love you always

Have I told you
The difference you make in my life
You make in your own special way


Note:
Lagu ini dinyanyikan oleh Jermaine Jackson. Bisa juga ditemukan dalam album Jazz "Late night"




KEBAYA MERAH

Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau nampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah, Ibu

Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terpikir tuk tinggalkan dirimu

Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah, Ibu

Note:
Sair dan lagu oleh Iwan Fals, dinyanyikan bersama SWAMI, dapat ditemukan dalam album kedua SWAMI. Meski ibu dalam lagu ini cenderung pada simbolisasi Tanah Air, saya memilihnya karena tetap menyatakan kecintaan dan pengorbanan ibu yang harfiah.


BUNDA

Ku buka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandang semua gambar diri
kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

Nada-nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Tak kan jadi deritanya

Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Oh Bunda ada dan tiada
Dirimu kan selalu ada di dalam hatiku
. . . .

Note:
Lagu ditulis oleh Melly Goeslaw, dinyanyikan oleh POTRET, bisa ditemukan dalam album POTRET II. Kemudian dinyanyikan ulang oleh seorang penyanyi cilik.


BUNGA

hari ini aku letakkan
bunga di kamar Ibu
aku,
hanya ingin Ibu tahu
Ibu, aku cinta padamu.

Note:
Saya lupa ada peristiwa estetis macam apa yang membuat saya menulis puisi kecil ini, tapi saya ingat catatan kecil ini saya tulis ketika saya masih es-em-a.



PS:
Jika punya catatan apapun, karya apapun, lagu, puisi, cerpen atau apapun tentang kecintaan pada ibu, bagi ke saya dong!!! thx b 4. thx all.

Tuesday, July 31, 2007

FRIEND

A Friend is some one who…
Listen and tries to understand
(even when you’re not making much sense!)

Laughs with you, not at you
(unless, of course, you do something really silly!)
…encourages your crazy dreams, make ordinary days seem extraordinary
(or, at least not so boring!),

Pick you Up when you’re feeling down.
And cares, and shows it in so many ways

Thanks for being that kinds of friend to me
Thanks for being wonderful you!

Thursday, January 04, 2007

POLIGAMI eps 2

Penghancuran Keluarga melalui Amandemen UU Perkawinan
Oleh: Kholda Naajiyah

Siapa yang paling bahagia pasca pernikahan kedua Aa Gym? Anda pasti menduga Aa Gym sendiri dan Alfarini, istri keduanya. Tapi, sepertinya bukan. Memang, sebagai pengantin baru mustinya mereka menikmati masa-masa bulan madu penuh kebahagiaan. Namun, “tekanan” opini media massa atas poligami itu sendiri malah mengguncang keluarga tersebut. Mereka menjadi bulan-bulanan media, bahkan sampai menyeret perhatian Presiden SBY segala.
Lain halnya dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP) Meutia Hatta. Dengan wajah berseri-seri, beliau menjelaskan akan rencana revisi Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 1083 tentang poligami bagi PNS. Nantinya, tak hanya PNS, aturan poligami akan diperketat dan diperluas bagi seluruh elemen masyarakat.
Di belakang Menneg PP, para aktivis yang mengklaim sebagai pejuang hak perempuan berbunga-bunga. Betapa tidak, upaya amandemen UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 yang juga memuat pasal tentang poligami seolah menemukan momennya. Amandemen UU Perkawinan yang telah lama digagas para aktivis yang mengklaim pembela hak perempuan, menemukan cahaya cerah. Minimal berpeluang besar untuk kembali dilirik, dengan harapan kemudian dibahas dan dapat digolkan. Dengan demikian, tampaknya para aktivis perempuan inilah yang mendapat berkah kebahagiaan atas poligami Aa Gym.

Kritisi Draft Amandemen UUP
Kerangka amandemen UU Perkawinan telah lama disusun oleh para aktivis perempuan, pasca kegagalan mengusung Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLDKHI) yang dimotori Feminis Musdah Mulia. CLDKHI memang secara terang-terangan dan frontal menyerang Islam, karena itu langsung dianulir. Majelis Ulama Indonesia bahkan sempat mengeluarkan larangan untuk menyebarluaskan CLDKHI yang berbasis ideologi sekularisme-kapitalis itu.
Namun, para penggagas CLDKHI tak kurang akal. Mereka berupaya memasukkan substansi-substansi CLDKHI dalam peraturan perundang-undangan yang lain. Diantaranya berhasil digolkan menjadi hukum positif, seperti UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) yang berhasil memotivasi kaum perempuan untuk berani melawan suami dan berani bercerai; UU Perlindungan Anak (UU PA) yang meliberalkan anak-anak sejak dini dan menegasikan peran orang tua dalam mendidik anak; serta UU Kewarganegaraan yang semakin melegalkan pernikahan campuran beda agama (yang dalam agama tertentu (baca: Islam) dilarang) dan memudahkan pelegalan anak hasil perzinaan.
Nah, dalam hal pelarangan poligami sebagaimana dikehendaki CLDKHI, mereka membidik UU Perkawinan. Poligami ditentang habis-habisan dan diupayakan untuk dihapuskan sama sekali. Hal ini bisa dilihat dari draft amandemen UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 versi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik yang menghendaki dihapuskannya pasal 3, 4 dan 5 tentang poligami dalam UU Perkawinan.
Sederet argumen dikemukakan. Antara lain, poligami merupakan bentuk subordinasi dan diskriminasi terhadap perempuan, bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami hanya untuk kepentingan biologis, menempatkan perempuan sebagai sex provider. Argumen-argumen yang seolah masuk akal, padahal sejatinya hanya dibangun berdasarkan asumsi dan justifikasi subjectif.
Selain pasal poligami, pasal 7 berbunyi “Perkawinan diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun” diganti dengan “Perkawinan hanya diizinkan jika kedua belah pihak berumur di atas 18 tahun”. Alasannya, pembedaan usia minimal pernikahan antara laki-laki dan perempuan adalah bias gender. Hal ini sejalan dengan UU Perlindungan Anak yang mendefinisikan anak adalah orang yang belum berusia 18 tahun.
Bila ditelaah, penetapan angka 18 tahun ini mengandung maksud, yakni untuk meninggikan usia pernikahan dengan harapan usia reproduksi perempuan akan semakin pendek. Bagaimana tidak, dengan kampanye 4T yang mereka gembar-gemborkan, maka peluang lahirnya generasi dari kaum wanita semakin sempit.
4T tersebut adalah (1) Tidak terlalu dini (maksudnya jangan nikah muda, dengan dalih mengganggu kesehatan reproduksi); (2) Tidak terlalu banyak (maksudnya dua anak cukup, selaras dengan program KB dengan dalih demi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup); (3) Tidak terlalu dekat (maksudnya jarak kelahiran anak jangan terlalu dekat dengan dalih mengganggu kesehatan reproduksi); dan (4) Tidak terlalu tua (maksudnya, jangan melahirkan anak lebih dari usia 34 tahun, dengan dalih risiko tinggi).
Kampanye ini terkait dengan upaya menghentikan proses regenerasi. Siapa yang dibidik? Tentu saja kaum muslimin. Jumlah kaum muslimin yang banyak, menjadi ancaman bagi eksistensi ideologi sekular-kapitalis. Untuk itu, di negeri-negeri muslim perlu direkayasa upaya menekan proses regenerasi ini. Padahal di negeri-negeri Barat sendiri, penduduknya justru didorong untuk memiliki anak banyak karena saat ini di sana dilanda penuaan penduduk dan terancam loss genetarion.
Selain pasal di atas, pasal 11 berisi masa iddah bagi wanita bercerai, dikehendaki untuk diberlakukan juga bagi laki-laki. Aneh bin ajaib! Saking pengin samanya 50:50 dengan laki-laki, massa iddah yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah mantan istri itu hamil atau tidak, diberlakukan pada laki-laki yang tak mungkin hamil.
Gebyah uyah(pukul rata) atas perjuangan menuju gender equality lebih jelas lagi dalam pasal 34. Pasal berisi pembagian peran antara suami dan istri itu, mereka obrak-abrik dengan menghendaki peran dan tanggungjawab yang sama antara suami dan istri. Dengan demikian, peran suami sebagai kepala rumah tangga dan pencari nafkah bisa diambil-alih oleh istri. Demikian pula sebaliknya, peran istri sebagai pengatur rumah tangga harus pula dibebankan kepada suami.
Atas dasar ini, istri tidak boleh dilarang bekerja agar memiliki bargaining power sebagai pengambil kebijakan dalam rumah tangga, karena memiliki sumber penghasilan. Jika suami melarang istri bekerja, akan dikenai delik kekerasan versi UU PKDRT. Dengan demikian, relasi suami-istri benar-benar disamaratakan. Disinilah letak pintu masuk bagi kehancuran institusi keluarga.

Penghancur Pernikahan
Draft amandemen UU Perkawinan versi Feminis yang nota bene derivat dari ideologi sekular-kapitalisme, jelas sangat berbahaya. Pertama, UU Perkawinan yang dibangun atas landasan Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) itu berupaya mereduksi ajaran Islam tentang pernikahan. Seperti penentangan atas poligami, perombakan hukum tentang massa iddah dalam kasus perceraian dan relasi yang mengatur hubungan suami dan istri.
Kedua, menggiring masyarakat menuju liberalisasi. Larangan menikah di bawah usia 18 tahun, sekalipun pelaku sudah matang secara fisik, mental dan ekonomi, sama saja dengan menggiring masyarakat untuk menuju pintu seks bebas.
Ketiga, menghancurkan institusi pernikahan dan keluarga. Penyamarataan peran antara suami dan istri, berpeluang besar menimbulkan konflik kepentingan yang berujung pada perceraian. Juga, melemahkan peran pendidikan anak dan kelahiran generasi-generasi berkualitas dari sebuah keluarga.
Di negeri-negeri Barat, dimana perempuannya mandiri secara ekonomi, justru meluas perceraian. Institusi keluarga tak lagi dihormati sebagai wadah terkecil tempat para stkaholders di dalamnya harus berbagi peran. Keluarga tercerai-berai dan anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi bermasalah. Fakta seperti inilah yang dikehendaki oleh para penyokong aktivis perempuan, yakni para pengusung ideologi sekular Barat.

Khatimah
UU Perkawinan merupakan target paling strategis dalam upaya penghancuran keluarga-keluarga muslim. Inilah konspirasi keji yang direncanakan Barat yang tak ingin umat Islam di Indonesia masih berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam. Poligami, hanyalah salah satu senjata untuk menstigmatisasi ajaran Islam demi mulusnya rencana jahat mereka. Maka, yang harus dilakukan adalah menangkal amandemen UU Perkawinan ini dengan mengeksiskan syariat Islam ke dalam seluruh sendi kehidupan, termasuk dengan menguatkan institusi pernikahan.(*)

Kholda Naajiyah, S.Si, peminat masalah wanita, remaja dan anak-anak

Thursday, December 14, 2006

POLIGAMI

Aku dulu pernah mendengar tentang hukum aksi-reaksi. Reaksi terjadi karena adanya aksi, jadi apapun yang terjadi adalah karena adanya reaksi yang timbul karena adanya aksi. Jadi bukan sesuatu yang mengherankan jika kita semua bereaksi pada sebuah kejadian yang sebenarnya bahkan tidak ada sangkut-pautnya dengan diri sendiri.
Yang sedang marak mendapat reaksi dari banyak orang (baca: ibu-ibu) saat ini adalah pernikahan kedua Aa Gym. Saya tidak ingin menirukan sair lagu Serius Band dengan berkata, “Aa Gym juga manusia” meski yang dilakukannya sangat manusiawi.
Saya pernah membaca sebuah cerita pendek disebuah majalah muslimah, sayangnya saya lupa judul dan nama pengarangnya, tapi saya ‘sangat’ ingat jalan ceritanya. Dikisahkan sepasang suami-istri yang berbahagia, istri yang sholikhah dan suami yang penuh kasih sayang. Dikisahkan juga seorang janda dengan dua anak yang masih kecil-kecil.
Suatu hari sang suami mengutarakan keinginannya untuk menikahi si janda dan mendapat amanah anak-anak yatim itu. Reaksi sang istri? Tentu saja tidak serta merta merestui, pasti sama seperti semua ibu-ibu lain yang tidak ingin di madu. Tapi alasan sang istri keberatan, meskipun dia hanya mengatakan akan memikirkannya lebih dulu, adalah karena membayangkan kasih suaminya akan terbagi pada perempuan lain dan dia akan kehilangan kesayangan itu.
Karena terlalu banyak memikirkannya, akhirnya sang istri jatuh sakit. Saat itu sang suami menyadari pernikahan itu akan terlalu berat bagi istrinya dan mengatakan, “Maafkan Kakak. Sembuhlah, aku tidak akan menikahinya.” Dia merawat istrinya penuh kasih sayang.
Ketika itu sang istri justru berpikir, “Alangkah baiknya suamiku, alangkah penuh kasih sayangnya dia. Ketika aku sakit aku dirawatnya dan siapa yang akan merawat janda itu jika dia sakit? Aku ikhlas suamiku menikahinya agar dia juga merasakan kesayangan dari orang yang pantas menyayanginya.”
Terus terang waktu itu saya kagum pada perempuan istri itu, betapa dia mampu berjiwa besar, ikhlas membagi apa yang dimilikinya kepada orang lain dan percaya dengan begitu dia akan mendapatkan kebahagiaan lebih dari Sang Pencipta. Karena dalam segala sesuatu terdapat hikmah yang tidak pernah kita tahu apakah itu. Saya ingin bisa seperti dia!
(tapi tentu saja karena ada alasan yang TEPAT dan BENAR untuk pernikahan itu!
Mmmmm, bukan karena _jawaban membumi ini_ “daripada berzina!”
Karena seorang muslim kan kudu pinter-pinter mengendalikan nafsu).
Jika sekarang saya menemukan ternyata reaksi orang-orang (baca: ibu-ibu) sekeras itu terhadap poligami, sampai-sampai protes pada presiden, saya jadi merasa lucu pada diri saya sendiri. Apakah benar saya bisa menjadi seperti perempuan istri itu?
Biarlah saya membiarkan waktu menjawabnya!

(ayya, 6 d3sember 2006)

Thursday, December 22, 2005

perempuan

Wanita Cantik





Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"

"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti", kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"

Tuhan berkata:

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."

"Kau tahu:

Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."

Kirimkan ini kepada setiap wanita cantik yang Anda kenal hari ini untuk memperingati Bulan Sejarah Wanita.

Jika Anda lakukan, sesuatu yang baik akan terjadi.

Anda akan menambah harga diri wanita!

Karena setiap Wanita itu Cantik